Saudaraku, beberapa
waktu lalu saya membaca sebuah berita tentang kebijakan yang digunakan
oleh menteri perdagangan yang baru di
era presiden Jokowi ini. Berbeda dengan kebijakan menteri perdagangan
sebelumnya (sebelum terjadi reshufle), kali ini menteri yang baru menerapkan
kebijakan mengimpor sapi. Alasannya, karena terdapat mafia yang menyebabkan
harga daging sapi di pasaran menjadi mahal. Solusinya, pemerintah Indonesia
mengimpor sapi dari luar negeri sehingga harga sapi normal kembali.
Menurut saya, solusi
tersebut bukanlah solusi yang baik. Mengapa? Karena permasalahannya terletak
pada mafia. Jadi pemerintah seharusnya berupaya menindak mafia tersebut, bukan
dengan menggunakan sapi dari negara lain.
Adalah sesuatu yang
ironis, jika pemerintah Indonesia mengimpor produk/barang yang sebenarnya bisa dihasilkan dari dalam negeri. Kalau
barang-barang elektronik semacam mobil motor, handphone, dan lain-lain mungkin
adalah seuah kewajaran jika pemerintah mengimpornya dari negara lain. Tapi
kalau pemerintah juga mengimpor sapi, beras, kedelai, dan lain-lain maka ini
merupakan sebuah musibah. Kalau hasil ternak dan tani tersebut diimpor ari luar negeri, bagaimana dengan
nasib para petani dan peternak lokal?
Apalagi, sebentar
lagi yaitu mulai 31 Desember 2015, akan dimulai perdagangan bebas bernama MEA
(Masyarakat Ekonomi ASEAN). Kalau pemerintah tidak hati-hati dalam membuat
kebijakan, maka negara ini akan terjual. Negara ini akan kalah bersaing.
Hm...itulah unek-unek
saya kali ini sebagai analis pemula. Hehe.
Surabaya, 25 Agustus 2015






0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan jika mau komentar :)